Proyek Jalan Di Situ Gede Diberhentikan

Proyek Jalan Di Situ Gede Diberhentikan , Ini Alasannya !

Proyek Jalan Di Situ Gede Diberhentikan – Pembangunan jalan dan jembatan di Situ Gede , Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang baru saja diberhentikan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Penghentian dilakukan karena Pemprov berdalih Situ Gede adalah aset mereka. Di sisi lain, pengusaha tidak pernah mengajukan izin untuk pemanfaatan lahan tersebut kepada Pemprov.

Proyek Jalan Di Situ Gede Diberhentikan

Al Muktabar selaku Sekretaris Daerah Provinsi Banten mengatakan jika Situ Gede merupakan aset milik Pemprov Banten sesuai dengan data-data sertifikat.

“Bahwa seluruh pengelolaan lahan itu dasarnya adalah bukti kepemilikan lahan. Jika itu terdaftar secara administratif, pengembang dan pemberi izin harus berkomunikasi dengan pemilik lahan, yaitu Pemrpov Banten,” kata Al Muktabar.

Al Muktabar melanjutkan jika dilihat berdasarkan hasil rapat bersama dengan Pemkot Tangerang dan pihak pengembang , sudah ada kesepakatan untuk mereview https://klikwin88.online/ kembali administratif Situ Gede. Hingga proses riview rampung , pihak pengusaha diminta untuk tidak melakukan aktivitas pembangunan apapun di lahan tersebut.

“Untuk itu, kami melakukan review terhadap administratif dan pemanfaatannya,” ujar Al.

Al Muktabar juga menambahkan jika Pemerintah Provinsi Banten memiliki 137 situ saat ini yang dimana salah satunya adalah Situ Gede.

“Itu akan kita manfaatkan bagi pembangunan Banten secara keseluruhan,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan bukti kepemilikan yang dimiliki oleh Pemprov Banten sebanyak dua bukti kepemilikan, yaitu sertifikat hak pengelolaan Nomor 1 Kota Tangerang Kecamatan Tangerang Kelurahan Cikokol. Luas sertifikat yaitu 50.695 meter persegi atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bukti lainnya yaitu sertifikat pengelola Nomor 1 Tangerang di Kelurahan Sukasari dengan luas 8340 meter persegi atas nama Pemprov Jawa Barat.

“Kedua sertifikat tersebut saat ini sedang proses penggantian nama menjadi milik Pemprov Banten,” kata Rina.

Rina juga mengatakan jika pembangunan Situ Gede merupakan aset yang tidak dibiarkan oleh Pemprov Banten. Terlihat jelas ada sebuah papan nama aset yang sudah berdiri sejak tahun 2010 lalu.

“Pemprov Banten telah melakukan program kegiatan penanganan situ situ bidang sungai tahun anggaran 2005 – 2009. Telah melakukan pengerukan lumpur 2 hektar. Serta pembangunan inlet dan talud penahan tanah sepanjang 150 meter,” ujar Rina.

Sebelumnya, PT Alfa Goldland Realty berencana membangun jalan dan jembatan di Kawasan Situ Gede, Kota Tangerang. Dasar pembangunannya adalah Surat Keputusan Walikota Tangerang No. 644 Tahun 2018 tentang izin mendirikan bangunan atas nama PT Alfa Goldland Realty tertanggal 23 Oktober 2018. Dalam dokumen itu, tercantum rencana pembagunan prasarana bangunan konstruksi jembatan seluas 736 meter persegi.

Izin tersebut mengatakan jika sarana didirikan berada di atas tanah status hak guna bangunan. Bukti kepemilikannya sertifikat Nomor 812 tanggal 15 Agustus 2009. Terletak di Situ Gede Kelurahan Cikokol Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Sedangkan Tim Teknis PT Alfa Goldland Reality Asep Saiful Bahri mengatakan ada terjadinya miskomuniskasi antara Pemprov, pemerintah pusat, dan Pemkot Tangerang. Menurut data dari Pemprov, Situ Gede merupakan aset yang merupakan pelimpahan dari Provinsi Jawa Barat. Namun berbeda dengan Pemkot Tangerang yang mengatakan aset pengelolaan Situ Gede itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.