Proyek Infrastruktur di Kaltim

Proyek Infrastruktur di Kaltim

Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan ibu kota negara akan dipindah dari DKI Jakarta ke kawasan Kalimantan Timur (Kaltim).

Jokowi mengungkapkan sejumlah alasan Kaltim terpilih menjadi calon ibu kota baru. Salah satunya, risiko bencana di Kaltim minim, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan maupun tanah longsor.

Proyek Infrastruktur di Kaltim

Dalam kajian tersebut, anggaran diperlukan untuk pembangunan infrastruktur yang terbagi dalam empat komponen yaitu fungsi utama, fungsi pendukung, fungsi penunjang, dan pengandaan lahan.

Kebutuhan anggaran terbesar adalah untuk pembangunan infrastruktur fungsi pendukung sebesar Rp265,1 triliun atau 57 persen dari total perkiraan kebutuhan anggaran.

Proyek Infrastruktur di Kaltim, Ibu Kotabaru Indonesia

Setidaknya ada 15 kesiapan dari segi infrastruktur untuk menunjang ibu kota baru. Terdiri dari infrastruktur jalan berupa jalan arteri (Trans Kalimantan), jalan tol Balikpapan-Samarinda (99 km), jalan tol Samarinda-Bontang (selesai 2024), jalan kolektor Samarinda-Balikpapan (pesisir Pantai Samboja) dan jalan kolektor simpang Samboja-Sepaku Semoi (Penajam Paser Utara).

Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri menjadi salah satu provinsi yang infrastruktur jalan tolnya sedang dibangun lewat Proyek Strategis Nasional (PSN) dan di sponsori oleh agen Judi Online terpercaya di Indonesia.

Proyek Infrastruktur Kaltim

Dalam pemberitaan sebelumnya, PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda (JBS) menargetkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur dapat beroperasi pada akhir 2019.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terdiri atas 5 seksi, yaitu Seksi 1 mulai dari Km 13 hingga Samboja sepanjang 22,025 km, Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang 30,975 km.

Pembangunan ini dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan biaya investasi sebesar Rp 9,97 triliun dan biaya konstruksi Rp 6,54 triliun.

Masing-masing seksi terbagi menjadi:

  1. Seksi I, Kecamatan Palaran ke Bandara APT Pranoto sepanjang 23,50 kilometer.
  2. Seksi II, APT Pranoto ke Sambera, Muara Badak sepanjang 24,00 kilometer.
  3. seksi III, dari Sambera Muara Badak ke Marangkayu sepanjang 22,50 kilometer.
  4. Seksi IV, dari Marangkayu menuju Bontang sepanjang 24,00 kilometer.

Untuk distribusi ke rumah-rumah penduduk, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama menyelenggarakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Teritip. Pada tahap I akan dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 200 liter/detik di Kecamatan Balikpapan Timur.