Kisah Nyata Guru Mengajar di Pedalaman

Kisah Nyata Guru Mengajar di Pedalaman

Ilmu pendidikan adalah sebuah hal yang penting dan jendela untuk manusia mengenal banyak hal. Wawasan yang luas juga membantu kita untuk bertahan hidup dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Kisah Nyata Guru Mengajar di Pedalaman

Oleh sebab itu, beberapa guru yang bertugas untuk membagikan wawasan seputar pendidikan dan norma hidup. Rela mengajar dengan ikhlas, bahkan tidak mendapatkan gaji dan harus berjuang sampai ketempat pelosok.

Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah dan lembaga peduli pendidikan sedang benar-benar menggalakkan pemerataan guru di seluruh pelosok negeri. Kisah para pahlawan tanpa tanda jasa ini betul-betul menginspirasi, yuk simak kisahnya di bawah ini!

Kisah Inspiratif Guru Mengajar di Pedalaman

Kisah Inspiratif Guru Mengajar di Pedalaman

  • Indri Inggriaty Marliansari Bengu

Indri Inggriaty Marliansari Bengu mendapat tugas mengajar di Desa Edagotadi, Kabupaten Deiyai, Papua, yang merupakan sebuah desa yang kekurangan air serta tidak ada listrik. Untuk bisa mendapatkan kebutuhan air, maka mereka harus berjalan kaki kebawah kaki gunung yang memakan waktu 1 jam lebih.

Pengalaman pahit yang pernah di alami oleh Indri adalah ditempat dia mengajar juga ternyata ada sekelompok perampok. Suatu malam ada pria yang masuk dan memaksa menyerahkan semua benda berharga sambil membawa senapan. Setelah diberikan semua perampok pergi dengan membawa barang berharga.

  • Abdul Khalik

Seorang guru di pelosok Maros, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2014. Niat tulusnya mengabdi tidak pernah goyah meski menerima honor kecil tidak mencukupi kebutuhannya, namun untungnya dengan bantuan Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1 di Indonesia, kebutuhan pak Abdul Khalik menjadi terpenuhi. Khalik mengajar di Madrasah Ibtidaiyah DDI Hidayatullah terletak di Kampung Bara-baraya, Desa Tanete Bulu, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan.

  • Agustinus

Setiap hari Agustinus harus melewati sungai yang airnya sangat deras untuk bisa mengajar di sekolah tercintanya di SDN 20 Landau Bunga di daerah pedalaman Melawi. Sebagai guru di daerah pedalaman ia mendapakan gaji yang sedikit sekali, padahal barang-barang disana harganya mahal.

Post Sebelumnya : Proses Pembangunan Ibu Kota Baru Terpaksa Ditunda

Memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November. Semoga mereka tetap akan membimbing putra putri bangsa meraih cita citanya dan membanggakan negara. Tanpa ada guru pada masa kini, tidak ada guru juga pada masa mendatang!